Tentang Kami

Perjalanan Saya dengan Teh — Kisah di Balik Tekoteas

Teh selalu menjadi kesukaan saya. Saat tumbuh dewasa, ibu saya akan menyiapkan teh setiap pagi untuk keluarga kami yang beranggotakan lima orang — sebuah ritual tenang yang menghadirkan kehangatan dan keakraban dalam keseharian kami. Saya meneruskan tradisi ini dengan anak-anak saya sendiri, menjaga semangat dari momen-momen kebersamaan itu tetap hidup.

Pada tahun 2015, saat kunjungan pertama saya ke Bandung, saya menemukan keindahan perkebunan teh Indonesia. Berdiri di antara taman-taman yang rimbun itu, ide untuk berbagi kecintaan ini kepada dunia pun muncul. Empat tahun kemudian, pada tahun 2019, saya mendirikan Tekoteas dengan tujuan untuk memperkenalkan kekayaan teh Indonesia ke pasar internasional.

Untuk membuat campuran kami unik dan bermakna, saya menambahkan bunga, herba, dan rempah lokal — yang disesuaikan dengan selera Eropa — dan membungkusnya dalam kemasan yang terinspirasi oleh pola batik tradisional. Setiap toples dan kantong teh menceritakan kisah budaya, warisan, dan keberlanjutan.

Di Tekoteas, kami percaya untuk mendukung para petani yang mengelola kebun teh yang berharga ini. Semakin banyak orang menyukai teh Indonesia, semakin kuat kemampuan mereka untuk melestarikan tanah ini — dan menolak tekanan untuk menjualnya ke industri seperti perkebunan kelapa sawit.

Keberlanjutan merupakan inti dari merek kami. Kami meminimalkan dampak lingkungan dengan menghindari plastik, menggunakan toples kaca, kemasan ramah lingkungan, kantong teh kertas tenun tangan, dan kemasan kardus yang dapat didaur ulang. Komunitas sadar lingkungan di Bali mendukung misi ini, dan keberadaan kami di sini telah membantu kami tetap sejalan dengan nilai-nilai ini.

Tekoteas lebih dari sekadar teh — ini adalah koneksi ke tanah, ke tradisi, dan ke masa depan yang ingin kami ciptakan.

Nama saya Paola, ibu saya, yang berdarah campuran Indonesia dan Belanda, lahir di Jawa, di mana teh merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Saat tumbuh dewasa, teh selalu ada di rumah kami, menghadirkan kehangatan, tradisi, dan rasa kebersamaan. Terinspirasi oleh kenangan ini dan kekayaan budaya teh Indonesia, saya mendirikan Tekoteas Collection di Bali untuk berbagi semangat ini dengan orang lain, menghormati warisan saya dan ritual minum teh yang tak lekang oleh waktu.

Saya memang sudah dari kecil suka banget sama teh, dulu teh disajikan dengan secangkir susu dan setetes teh, tapi lama-kelamaan saya mulai menyukai teh dalam bentuk yang paling murni dan lama-kelamaan tidak ada lagi susu dan gula.

Perjalanan saya ke Bali membawa saya menjelajahi kebun teh di Sri Lanka, India, Thailand, dan Jawa. Setiap perhentian memperdalam apresiasi saya terhadap kerajinan tersebut. Pada tahun 2019, saya mendirikan Tekoteas—bisnis keluarga yang didedikasikan untuk berbagi teh Indonesia terbaik dengan sentuhan Eropa. Kami bangga dapat menghadirkan yang terbaik dari Indonesia ke dunia.

Kesaksian

Apa yang mereka katakan tentang kami

id_IDIndonesian
Powered by TranslatePress